



Istilah general partnership artinya firma. Semua peseronya memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas pada jumlah seronya saja melainkan semua utangnya. Ada tiga jenis peseronya: (i) secret partner (pesero atau sekutu rahasia) yaitu pesero yang aktif tetapi tidak mengungkapkan identitasnya kepada masyarakat; (ii) silent partner (pesero atau sekutu diam) yang diketahui oleh umum sebagai pesero tetapi tidak aktif dalam pengelolaan perseroan; dan (iii) dormant partner (pesero atau sekutu tidur) yang tidak diketahui oleh umum sebagai pesero dan juga tidak aktif dalam pengurusan.
Tentang arti-arti lain sejumlah isitlah investasi, silakan kunjungi www.tjansietek.com/dictionary/
Commanditaire Venootschap (CV). Dalam CV, ada dua jenis pesero: (i) general partner (pesero aktif, BUKAN pesero atau sekutu umum) yang mengurus perseroan dan bertanggung jawab untuk semua utang perseroan selain jumlah uang seronya; dan (ii) limited partner (pesero diam) yang tidak boleh aktif mengelola perseroan tetapi tanggung jawabnya hanya terbatas pada jumlah uang seronya.
Untuk sejumlah istilah investasi lain dalam bahasa Inggeris, silakan kunjungi www.tjansietek.com/dictionary/
Strategic sale sangat terkait dengan strategi perusahaan. Seperti namanya, strategic sale adalah tindakan yang dilakukan sebagai bagian dari rencana strategis perusahaan untuk mencapai tujuan jangka panjang. Ini bukan sekadar penjualan aset atau bisnis untuk keuntungan jangka pendek, melainkan langkah yang dirancang untuk mendukung visi dan misi perusahaan secara keseluruhan.
Hubungan Strategic Sale dengan Strategi Perusahaan:
1. Fokus pada Bisnis Inti:
– Perusahaan mungkin menjual divisi atau aset yang tidak lagi sejalan dengan strategi utama mereka. Ini membantu perusahaan berkonsentrasi pada area bisnis yang paling menguntungkan atau memiliki prospek pertumbuhan terbaik. Selanjutnya, silakan kunjungi https://tjansietek.com/strategic-sale/
Silakan hubungi kami di nomor telepon dan WA yang tertulis di flyer di atas itu. Tersedia diskon 20% bagi Buddhis yang perlu. Terima kasih ya.

Kesalahan terjemahan umum bahasa Indonesia bahwa istilah “director” sebuah perseroan tidak boleh diterjemahkan menjadi “direktur” melainkan “pengurus” jika perseroan itu hanya memiliki sebuah dewan. Jadi, istilah “board of directors” diterjemahkan menjadi “dewan pengurus.”
Istilah “director” bisa berarti (1) “direktur” jika ditambahkan dengan kata “executive” sehingga menjadi “executive director,” dan (2) “komisaris” jika ditambahkan dengan kata “non-executive” sehingga menjadi “non-executive director.” Istilah “komisaris independen” diterjemahkan menjadi “independent non-executive director.” Adakah istilah “direktur independen” di Indonesia?
Dalam tata bahasa Inggeris, istilah “executive director” disingkat menjadi “director” untuk penyebutan kali kedua dan seterusnya.
Selanjutnya, kunjungilah https://tjansietek.com/director/
Di Hong Kong, Inggris, Amerika dan negeri-negeri lain yang berbahasa Inggeris dan menganut common law, commissioner adalah pegawai negeri, atau pejabat suatu badan semi-pemerintah, atau publik, bukan badan swasta.
Untuk info selengkapnya, kunjungi https://tjansietek.com/commissioner/
26. Orang bodoh cenderung lalai…
Petunjuk keagamaan ini diberikan oleh Sang Guru saat beliau menetap di Jetavana sehubungan dengan Hari Libur Orang Bodoh, Bālanakkhatta.
Pada suatu hari tertentu, di Sāvatthi dirayakan sebuah festival yang disebut Hari Libur Orang Bodoh dan, pada kesempatan festival itu, orang-orang bodoh dan dungu biasanya mengoleskan abu dan kotoran sapi di tubuh mereka dan selama tujuh hari berjalan kesana-kemari sambil mengucapkan segala jenis kata kasar. Pada saat itu, orang-orang tidak menunjukkan rasa hormat kepada kerabat, teman, atau bhikkhu ketika bertemu mereka melainkan berdiri di ambang pintu dan menghina mereka dengan kata-kata kasar. Mereka yang tidak tahan mendengar kata-kata kasar itu akan memberikan uang setengah, seperempat, atau satu sen kepada para peraya sesuai dengan kemampuan mereka, dan para peraya itu akan menerima uang tersebut dan pergi dari rumah mereka.
Pada waktu itu, di Sāvatthi terdapat banyak sekali para murid Sang Guru dan mereka mengirim kabar kepada Sang Guru, “Bhante, mohon menahan diri selama tujuh hari dari memasuki kota bersama Sangha Bhikkhu; mohon Bhante tetap berada di vihara.” Selama tujuh hari itu, para murid Sang Guru menyiapkan makanan bagi Sańgha Bhikkhu di vihara dan mengirimkannya kepada mereka, tetapi mereka sendiri tidak meninggalkan rumah mereka.
Namun, pada hari kedelapan, ketika festival telah berakhir, mereka mengundang Sangha Bhikkhu untuk menjadi tamu mereka, mengiringi mereka ke dalam kota, dan memberikan persembahan yang melimpah. Setelah duduk dengan hormat di satu sisi, mereka berkata kepada Sang Guru, “Bhante, kami telah melewati tujuh hari terakhir dengan sangat tidak menyenangkan. Telinga kami hampir pecah mendengar kata-kata kasar orang bodoh. Tidak satu orang pun menunjukkan rasa hormat kepada orang lain dan, karena alasan itu, kami tidak mengijinkan Bhante masuk ke kota. Kami sendiri tidak keluar rumah.”
Sang Guru mendengarkan apa yang mereka katakan dan, kemudian, menjawab, “Demikianlah perilaku orang bodoh dan dungu. Namun, mereka yang bijaksana menjaga kehati-hatian sebagai harta terbesar mereka dan, dengan melakukan hal itu, akhirnya mencapai Keadaan tanpa Kematian, yaitu Nibbāna Agung.” Sesudah berkata demikian, beliau mengucapkan stanza-stanza yang berikut ini:
26. Orang bodoh dan kaum dungu lalai; tetapi, orang yang bijaksana menjaga kehati-hatian sebagai harta karun terbesar.
27. Jangan serahkan dirimu pada kelalaian atau nafsu dengan kesenangan indrawi sebab meditator yang berhati-hati pasti mencapai kebahagiaan yang berlimpah (atau Nibbāna).