Home Blog Page 13

Pabbajja Samanera Sementara di Pupuan, Tabanan, Bali (2022)

Pada akhir Tahun 2022 ini, salah satu Pendiri (Founder) dari Yayasan Nawa Ratna Bali (NRB) dan merupakan Ketua Dewan Pembina NRB (Singgih Prayitno, S.E.Ak., M.Pd.) berkesempatan mengikuti Pabbajjā Sāmaṇera Program Cittabhāvanā yang diselenggarakan di Vihāra Dharma Giri, Pupuan, Bali.

Program Pabbajjā Sāmaṇera sementara tersebut dilaksanakan mulai 25 Desember 2022 dan akan berlangsung sampai dengan 3 Januari 2023 mendatang. Pelatihan ini difokuskan pada meditasi (cittabhāvanā) dan sedikit pembekalan materi.

Y.M. Sri Subalaratano Mahāthera menjadi Upajjhāya dan didampingi oleh 7 (tujuh) Bhikkhu yang bertindak sebagai Ācariya, salah satunya ialah Y.M. Bhikkhu Jotidhammo Mahāthera. Ketua Panitia pelaksana (Bhikkhu Jayasīlo) didukung oleh KBTI Provinsi Bali dan pengurus vihāra/mahācetya se-Bali.

Peserta sāmaṇera yang mengikuti program kali ini berjumlah 23 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sebagian besar peserta berasal dari Bali, termasuk yang paling senior berusia 71 tahun.

Umat Buddha di Bali sangat antusias mendukung dan menyambut kegiatan ini mengingat sudah lama tidak dapat mengadakan Pabbajjā Sāmaṇera akibat situasi pandemi. Ini merupakan wadah yang sangat baik bagi para umat untuk praktik kebaikan sekaligus menambah keyakinan pada Tiratana.

Semoga kegiatan semacam ini dapat berlangsung kembali di Pulau Bali dan jumlah peserta akan jauh lebih banyak lagi, sehingga semakin banyak Umat Buddha di Bali yang mendapatkan kesempatan berlatih sebagai seorang Samana dalam kurun waktu tertentu untuk praktik Dhamma lebih mendalam lagi dalam kehidupannya. ***NRB-4***

Sumber:https://nawaratnabali.blogspot.com/2022/12/pabbajja-samanera-sementara-di-pupuan.html

Salah satu sumber informasi dari Medkom STI dengan Link akses dibawah ini:
https://www.instagram.com/p/CmnC3gdSDJY/?igshid=YmMyMTA2M2Y%3D

Mukjijat: Sakit berat sembuh karena kemuliaan para bhikkhu

0

A.  Bhikkhu Sāriputta, seorang siswa utama Sang Buddha

Suatu hari Bhikkhu Sāriputta mengalami sejenis sakit perut yang berat. Lalu, Bhikkhu Mahā-Moggallāna, yang juga siswa utama Sang Buddha, bertanya kepada beliau tentang apa yang dulunya bisa menyembuhkan penyakit itu. Bhikkhu Sāriputta menjawab:” waktu saya masih orang awam, ibu saya biasanya mencampurkan ghee (sejenis mentega yang dijernihkan), madu, gula dsb serta memberi saya rice gruel (bubur nasi yang encer) dengan susu murni.”

Pada saat itu, sesosok dewata yang tinggal di sebuah pohon di ujung jalan mendengar percakapan itu dan berpikir” Saya akan mendapatkan bubur nasi untuk Bhante besok.” Lalu, dewa itu pergi ke sebuah keluarga yang menyokong Bhikkhu Sāriputta dan masuk ke dalam tubuh anak tertua keluarga itu sehingga menimbulkan ketidak-nyamanan. Kemudian, sang dewa memberitahu  syarat penyembuhan di atas kepada sanak-keluarga anak itu yang berkumpul,” Jika kalian membuat bubur nasi jenis tersebut besok untuk Sang Thera (Bhikkhu Sāriputta), saya akan membebaskan anak ini.” Mereka berkata:” Bahkan tanpa diberitahu oleh anda pun kami secara teratur mengirimkan kebutuhan Sang Thera.” Pada esoknya mereka membuatkan bubur nasi itu.

Singkat cerita, Bhikkhu Mahā-Moggallāna ber-piṇḍapāta (berjalan keliling untuk menerima makanan di mangkuk penerima derma) dan keluarga tersebut memberikan bubur tersebut kepada beliau, kemudian minta beliau menghabiskannya. Lalu, mereka memenuhkan kembali mangkuk beliau.

Beliau kembali ke tempat Bhikkhu Sāriputta dan memberikan makanan itu. Bhikkhu Sāriputta berpikir,” Bubur ini sangat enak. Bagaimana cara ia didapatkan?.” Lalu, dengan mata batin, beliau melihat cara nasi itu didapatkan dan berkata,” Kawan, dāna makanan ini tidak dapat dipakai.”

Alih-alih berpikir “Ia tidak makan dāna makanan yang dibawa oleh orang seperti saya,” Bhikkhu Mahā-Moggallāna langsung mengambil mangkuk itu dengan memegang pinggirnya dan membalikkannya. Ketika bubur itu jatuh ke tanah, penderitaan Bhikkhu Sāriputta lenyap. Sejak itu, penyakit itu tidak muncul lagi selama 45 tahun berikutnya. Demikianlah kemuliaan siswa Sang Buddha.

Sumber: diringkas dan diterjemahkan oleh Tjan Sie Tek, dari Vissuddhimagga I, 117-121

B. Bhikkhu Mahā-Mitta

Ibu Bhikkhu Mahā-Mitta sakit tumor yang beracun. Sang ibu berkata kepada putrinya, yang telah menjadi bhikkhuni,” Nak, temuilah abangmu. Kasih tahu dia tentang kesusahanku dan bawalah pulang sejumlah obat.” Sang bhikkhuni pergi menemui  abangnya. Bhikkhu Mahā-Mitta berkata,” Saya tidak tahu cara mengumpulkan bahan obat-obatan dari akar dan sejenisnya serta tidak tahu cara membuat obat dari  bahan itu. Tetapi, sebaliknya saya akan memberitahu anda sebuah obat: sejak saya menjadi bhikkhu, saya tidak pernah melanggar (kebajikan saya dalam pengendalian) panca indra dengan cara memandang tubuh lawan jenis saya dengan pikiran yang bernafsu. Dengan pernyataan kebenaran ini semoga ibu saya menjadi sehat. Beritahu sang upāsikā (Ibu) soal ini dan usaplah tubuh beliau.” Sang bhikkhuni memberitahu sang ibu tentang apa yang telah terjadi dan kemudian melakukan sebagaimana beliau diperintahkan. Pada saat itu juga tumor sang ibu lenyap karena mengerut lalu hilang seperti segumpal buih.

Demikianlah kemuliaan siswa Sang Buddha.

Sumber: Visuddhimagga I, 109, diterjemahkan oleh Tjan Sie Tek, M.Sc., Penerjemah Tersumpah, SK Menteri Hukum dan HAM No. AHU-11 AH.03.07.2022

Kasihilah diri sendiri dan makhluk-makhluk lain yang semuanya harus tua, sakit dan akhirnya mati.

0

Dhammapada 15:

Idha socati pecca socati

pāpakārī ubhayattha socati

so socati so vihaññati

disvā kammakiliṭṭhamattano.

Terjemahan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris oleh Tjan Sie Tek:

Di alam ini ia menderita, di alam berikutnya ia menderita,

di kedua alam pelaku kejahatan itu menderita;

ia menderita dan amat sedih setelah melihat perbuatan jahatnya sendiri.

In this world he/she grieves, in the next he/she grieves,

in both worlds the wrongdoer grieves;

thus he/she grieves and (even) is vexed

after seeing his own evil deeds.

Dhammapada 16:

Idha modati pecca modati

katapuñño ubhayattha modati

so modati so pamodati

disvā kammavisuddhimattano.

Di dunia ini ia senang, di alam berikutnya ia senang,

di kedua alam pelaku perbuatan baik itu senang;

ia senang dan (bahkan) amat senang

setelah melihat perbuatan baiknya sendiri.

In this world he/she delights, in the next he/she delights,

in both worlds the doer of good deeds delights; 

he/she delights and (even) greatly delights

after seeing his/her own good deeds.

Kesimpulan:

Semua makhluk harus menghadapi akibat-akibat berat atau menikmati buah manis perbuatan masing-masing. Menurut Sang Buddha, mayoritas super manusia harus lahir kembali di neraka, alam binatang, alam peta, atau alam asura.

Yang melanggar Pancasila Buddhis secara umum dan sampai meninggal dunia tidak melakukan hal-hal lain yang menghasilkan buah-buah yang lebih besar daripada akibat-akibat pelanggaran tersebut, misalnya bermeditasi samatha atau vipassana, akan lahir kembali di neraka. (Ada juga yang lahir kembali di alam binatang: Jāṇussoṇi Sutta, AN 10.177, atau di surga: Mahā Kammavibanga Sutta, MN 136, karena sebab-sebab tertentu). Bergantung pada jenis dan beratnya pelanggaran mereka, di sana mereka harus menghadapi siksaan yang tidak terbayangkan sakitnya, panasnya dll, ada yang ditusuk oleh tombak dari depan tembus ke belakang, dari bawah sampai kepala; ada yang lidahnya ditarik keluar, lalu digunting atau dipotong perlahan-lahan, dan siksaan lain-lain, oleh makhluk-makhluk neraka yang muncul karena perbuatan mereka sendiri; mereka kehausan dan kelaparan dan menderita secara lain-lain dengan terus-menerus, tanpa tahu waktu apakah siang atau malam, tidak tahu bulan dan tahun karena selalu gelap sampai habis akibat-akibat perbuatan mereka yang menjadikan mereka lahir kembali di sana.

Yang tamak dan pelit sampai meninggal dunia umumnya akan lahir kembali di alam peta. Di sana mereka akan telanjang, tidak punya rumah, kehausan dan kelaparan terus-menerus karena di sana tidak ada pertanian, perkebunan, restoran, minimarket, toko, industri dll. Ada yang harus makan ludah makhluk-makhluk lain; ada yang harus minum darahnya sendiri; tubuh mereka sangat buruk, menjijikkan atau menakutkan. Hanya sedikit sekali yang bisa mendapatkan pakaian, makanan dan minuman melalui pattidāna (pelimpahan buah perbuatan baik).

Yang melekat pada hartanya dan juga yang batinnya bodoh, terutama yang menolak adanya Hukum Kamma, sampai meninggal dunia umumnya akan lahir sebagai kutu atau binatang lain di benda atau barang yang mereka sangat sukai dan ingat ketika meninggal dunia. Ada yang lahir sebagai kutu di pakaian mereka sendiri; sebagai anak anjing di rumah mereka sendiri; ikan di kolam ikannya sendiri dll. Karena itu, jangan bunuh makhluk apa pun yang ada di rumah kita karena kemungkinan besar mereka dulunya adalah pendahulu, saudara, orangtua kita dll. Jika mereka mati dalam keadaan marah atau benci, mereka bisa lahir kembali di neraka.

Contoh: Ada seorang bhikkhu lahir kembali sebagai kutu di dalam lipatan jubah kesayangannya sendiri. Untunglah YMS Buddha menahan para bhikkhu lain agar menunda berbagi jubah tersebut di antara mereka sampai hari ke-8 setelah kematian bhikkhu tersebut. YMS Buddha mendengar teriakan marah kutu tersebut ketika para bhikkhu lain sedang bersiap-siap berbagi jubahnya. Setelah kutu tersebut mati di hari ketujuh dengan damai, barulah YMS Buddha mengijinkan para bhikkhu yang lain berbagi jubah itu. YMS Buddha berkata bahwa kutu itu akan lahir kembali di neraka jika jubahnya dibagi-bagi di hadapannya karena kutu itu dalam keadaan marah.

Dalam kisah lainnya, YMS Buddha, ketika sedang naik perahu di tengah sungai yang besar, memerintahkan seorang bhikkhu yang sudah menjadi Arahat untuk mengangkat bekas istana bhikkhu tersebut ketika beliau adalah seorang raja di salah satu kehidupan lampau beliau. Dengan kesaktian beliau, beliau menarik istana itu dari dasar sungai dan meletakkannya di ujung jari beliau. Akibatnya banyak sekali binatang air seperti ikan, kepiting, ular air berjatuhan keluar dari dalam istana itu. Mereka adalah para kerabat bhikkhu Arahat tersebut yang meninggal dunia dengan pikiran melekat pada keindahan dan kenikmatan hidup di dalam istana itu sehingga lahir kembali di dalam istana itu dalam keadaan yang disebutkan di atas.

Karena itu, pancarkanlah mettā dan karuņā dengan tekun dan tulus sekali, yaitu dari dalam sanubari, kepada para makhluk lain, terutama kepada para leluhur, orangtua, sanak-saudara, teman dan tetangga kita yang sudah meninggal agar mereka bahagia. Juga kepada binatang-binatang yang kita lihat di dalam kamar tidur, rumah, toko, pabrik, kantor kita, misalnya nyamuk, cicak, tikus, anjing, kucing, ikan dll.

Semoga bermanfaat.

Penduduk kota yang kaya juga paling kurang bahagia

berdasarkan laporan Universitas Tsinghua 2017

Sumber gambar: National Geographic

Sebuah laporan penelitian baru-baru ini telah mendapati bahwa orang-orang di China Tenggara adalah yang paling puas dengan kehidupan mereka sementara penduduk perkotaan dengan gaji-gaji tinggi memiliki tingkat kebahagiaan yang paling rendah.

Laporan tersebut, yang diterbitkan oleh sebuah tim dari Universitas Tsinghua, memberi peringkat pada kebahagiaan orang-orang yang tinggal di kota-kota besar di China dengan menggunakan sebuah indeks kebahagiaan yang dihitung dengan menganalisa postingan di media sosial, termasuk Weibo, pada tahun 2017.

Kata-kata positif di dalam postingan meningkatkan indeks sedangkan kata-kata negatif menguranginya, menurut Beijing News.

Semua kota tingkat pertama di China, yaitu Beijing, Shanghai, Guangzho, dan Shenzhen, gagal mencapai 100 teratas di antara kota yang bahagia. Beijing ada di urutan ke-273, dekat bagian bawah, sementara Luzhou, sebuah kota pedalaman di Provinsi Sichuan, berada di puncak daftar itu.

Kesimpulan laporan itu adalah orang kaya tidak selalu lebih bahagia daripada yang lain.

Di daerah dengan PDB (pendapatan domestik bruto) per kapita yang  lebih rendah dari CNY 45.000 (US$ 6.900) per tahun, orang-orangnya lebih bahagia ketika ekonomi sedang berkembang. Ketika PDB per kapita melewati CNY 45.000, mereka menjadi kurang puas dengan kehidupan mereka, kata laporan itu.

Jadi, uang tidak selalu bisa membeli kebahagiaan.

Bagaimana menurut anda?

Meditasi terbukti mengubah arsitektur Otak dan Perilaku: cocok untuk Eksekutif, Politisi, Atlit, Pelajar, Guru dll

0

Temuan-temuan ilmiah tentang meditasi:

1.    Latihan konsentrasi pikiran (meditasi) dapat mengubah arsitektur otak dan perilaku seseorang.

2.    Kata Prof. Richard Davidson, Universitas Wisconsin di Madison, AS,  “Pikiran dapat mengubah otak dan otak yang telah berubah dapat mengubah pikiran.”

3.    Sekitar 350 buah perusahaan multinasional (MNC) menerapkan latihan konsentrasi pikiran dan menikmati hasil yang mencengangkan:

Di AS dll, para eksekutif ratusan perusahaan besar (GE, FB, SAP, Aetna, Ford, Cochlear, General Mills dll)  dan para politisi di Capitol Hills yang berlatih perhatian penuh (mindfulness) terbukti menjadi orang-orang yang lebih peka secara positif terhadap perasaan orang lain, mudah berempati, pemaaf dan tajam pikiran. Mereka lebih mudah melakukan perencanaan dan membuat keputusan yang rumit walaupun dalam tekanan waktu dll. Para eksekutif bisnis menjadi semakin welas asih kepada para kolega dan pegawai yang lain. Pemilik perusahaan meningkatkan status hubungan mereka dari pegawai menjadi teman bahkan mitra. Sebagian besar akan melakukan konsentrasi pikiran, antara lain, perhatian penuh (mindfulness), sebelum memulai rapat yang penting dan melelahkan.

4.    Latihan mindfulness meningkatkan kegiatan di beberapa bagian prefrontal cortex(PFC)

Bagian tersebut adalah pusat dari banyak kegiatan berpikir tingkat tinggi kita – penilaian, pembuatan keputusan, perencanaan dan ketajaman pikiran kita.

5.    PFC juga merupakan salah satu tempat yang terlihat lebih aktif ketika kita berperilaku yang suka dengan masyarakat (pro-sosial) – yaitu hal-hal seperti welas asih, empati dan baik hati.

6.    Salah satu cara untuk mengukur fenomena itu adalah dengan meneliti ketebalan cortex, yaitu yang sering disebut sebagai zat abu-abu, di dalam otak.

7.    Cereblar cortex menjadi lebih tebal:

Pada sebuah penelitian tahun 2005, peneliti Universitas Harvard, Asisten Profesor Sara Lazar, Ph.D., dkk memakai fMRI untuk mengukur perubahan-perubahan pada ketebalan lapisan luar otak besar (cerebral cortex) pada para praktisi Amerika mindfulness yang telah berpengalaman di Insight Meditation. Lazar dkk menunjukkan bahwa pada para meditator jangka panjang, wilayah-wilayah cereblar cortex yang terkait dengan pengolahan masukan lewat panca indra lebih tebal.

8.    Pelambatan proses penuaan:

Hasil-hasil tersebut juga memberikan kesan bahwa meditasi yang teratur dapat melambatkan proses penipisan PFC yang terkait dengan usia yang biasanya tidak terhindarkan.

9.    Kemampuan belajar, mengingat, pengaturan emosi dll bertambah kuat:

Dalam penelitian lain, para peneliti telah menunjukkan bahwa meditasi telah menambah zat abu-abu di wilayah-wilayah otak yang terlibat dalam proses belajar dan mengingat, pengaturan emosi, pengolahan pengacuan diri dan penerimaan perspektif.”

(Foto: National Geographic)

10.Hasil-hasilnya menunjukkan perubahan-perubahan yang terukur di wilayah-wilayah otak yang terkait dengan ingatan, sadar diri, stress dan empati.

11. Perlu latihan mindfulness hanya 2 bulan x 27 menit untuk tambah kuat ingatan dll:

Dalam penelitian itu, setelah penerapan latihan-latihan mindfulness selama rata-rata 27 menit per hari, para peserta (16 orang) melaporkan bahwa mereka merasakan penurunan stress. Otak mereka bahkan berbicara lebih keras daripada jawaban-jawaban mereka terhadap lembaran tanya-jawab. Gambar-gambar, yang diambil dengan fMRI, sebelum dan sesudah latihan di atas menunjukkan bahwa walaupun baru masa 2 bulan, kepadatan zat abu-abu telah bertambah di dalam hippocampus, yaitu salah satu pusat belajar, ingatan dan sadar diri.

12. Latihan mindfulness selama 2 minggu meningkatkan daya ingat dan kecerdasan.

Para peneliti psikologi di Universitas California di Santa Barbara mendapati bawah retret meditasi mindfulness selama 2 minggu telah membantu meningkatkan angka Graduate Record Examination (GRE) calon mahasiswa S2 dari 460 menjadi 520.

13. Latihan mindfulness mengubah struktur otak dan meningkatkan daya ingat:

Kata Michael Baeme, seorang direktur Program Mindfulness Universitas Pennsylvania,” Latihan mindfulness mengubah bagian struktur otak tempat beroperasinya kesadaran. Latihan mindfulness juga memperkuat fungsi kendali pelaksanaan otak dan meningkatkan daya ingat yang aktif.”

14. Meditasi menambah kesejahteraan dan mutu hidup kita:

Dengan berlatih meditasi, kita dapat memainkan salah satu peran aktif dalam mengubah otak dan dapat menambah kesejahteraan maupun mutu hidup kita,” kata Vritta Holzel, salah seorang rekan penelitian di Rumah Sakit Umum Massachusetts dan Universitas Giessen di Jerman yang mengerjakan penelitian itu. “Penelitian-penelitian lain di berbagai macam kelompok pasien telah menunjukkan bahwa meditasi dapat menghasilkan peningkatan-peningkatan yang besar dalam berbagai macam gejala dan sekarang kami sedang menyelidiki mekanisme-mekanisme yang mendasarinya di dalam otak yang mempermudah perubahan itu.”

15. Otak yang tidak dilatih konsentrasi bisa merugikan kita:

Otak kita yang elastis juga dapat bekerja dengan merugikan kita. Jika kita terlena dalam kecenderungan-kecenderungan kita yang paling rendah, yaitu bereaksi terhadap setiap perasaan negative dengan bersusah hati mengingat-ingat kesalahan di masa lampau atau merencanakan upaya-upaya untuk membalasnya, pola-pola itu bahkan lama-kelamaan akan menjadi semakin tertanam, sehingga menjebak kita dalam penjara mental buatan kita sendiri. Para ahli syaraf dapat melihat hal itu di catatan-catatan di fMRI (functional Magnetic Resonance Imaging; uji dengan menggunakan medan magnit dan denyutan energy gelombang radio untuk pembuatan gambar organ dan struktur tubuh untuk mengetahui fungsi-fungsinya).

16. Latihan konsentrasi pikiran (meditasi) mengubah arsitektur dan perilaku kita:

Pada orang-orang yang terus-menerus gelisah, bagian-bagian otak yang terkait dengan rasa takut, kemelekatan dan reaktif muncul begitu terganggu sedikit saja dan lambat untuk menjadi tenang. Tetapi, melalui mekanisme-mekanisme biologis yang sama, latihan mindfulness lama kelamaan akan mengubah otak kita dan juga perilaku kita.

17. Meditasi menjadikan Michael Jordan lebih focus di lapangan dan juga lebih ramah bagi teman-teman seregunya.

18. Salah satu bidang yang sangat menarik perhatian bagi para ahli syaraf yang juga meditator (contemplative neuroscientist) adalah amygdala, yaitu sebuah wilayah yang berbentuk buah almond (badam) di bagian tengah otak. Tampak amygdala memainkan salah satu peran yang terpenting dalam reaksi kita terhadap stress (ketegangan). Ketika kita mengalami keadaan yang penuh ketegangan, dua buah wilayah otak akan menjadi aktif — yaitu hippocampus dan amygdala. Hippocampus, wilayah yang mirip kuda laut di dekat bagian dasar otak, menerima informasi yang dimasukkan dari panca indra kita. Jika ia menentukan bahwa keadaan yang sedang berlangsung bersifat mengancam, hippocampus akan mengaktifkan amygdala. Ketika amygdala diaktifkan, tanggapan kita untuk melawan atau melarikan diri akan mulai, sehingga memompa kortisol dan hormon-hormon lain melalui system tubuh kita, yang meningkatkan tekanan darah kita dan menutupi kemampuan penilaian kita. Kita akan menjadi marah. Kita akan bereaksi secara agresif. Kita pasti akan memperburuk keadaan, tidak memperbaiknya. Para ahli syaraf dengan kasih sayang menyebut hal itu “pembajakan oleh amygdala.”

19. Ketika amygdala terus-menerus ditambah aktif, ia akan lebih mudah terbangkitkan, yaitu lebih sensitive terhadap gangguan berikutnya. Kegelisahan akan menjadi lingkaran yang jahat.    

20. Sedikit latihan mindfulness pun terbukti sebagai pertahanan yang tepat hasil terhadap pembajakan oleh amygdala.

Dalam suatu penelitian yang dijalankan dari Rumah Sakit Umum Massachusetts, para peneliti menunjukkan bahwa meditasi telah mengurangi ukuran amygdala walaupun baru latihan selama 8 minggu, yaitu mindfulness telah menjadikan para praktisinya kurang mungkin untuk bereaksi berlebihan, sehingga kurang mungkin untuk membiarkan kemarahan mereka menguasai diri mereka.

Sumber: Google

21.Perubahan-perubahan seperti itu tahan lama.

 Mindfulness tidak hanya mengubah otak selama meditasi. Manfaat-manfaatnya berlanjut sampai lama setelah mereka meninggalkan dudukan meditasi. Penelitian sama yang menunjukkan bahwa meditasi telah mengurangi ukuran amygdala juga menunjukkan bahwa kemampuan pengaturan emosi yang diperkuat oleh meditasi akan tahan jauh melebihi waktu yang telah dipakai untuk latihan duduk.

Sumber:

1)    Gambar-gambar: Google;

2)    “How Mindfulness is Changing Business from Inside Out:” Mindful Work, David Gelles (2015), an Eamon Dolan Book, Houghton Miflin Harcourt: Boston & New York;

3)    “Meditation Experience is associated with Increased Cortical Thickness,” Sara Lazar et al., Neuroreport 16, No. 17 (2005);

4)    “Mindfulness Practice leads to Increases in Regional Brain Gray Matter Density,” Britta Holzel et al., Psychiatry Research: Neuroimaging (2011:36);

5)    “Eight Weeks to a Better Brain,” Sue McGreevey, Harvard Gazette, January 21, 2011;

6)    “Effect of Mindful-Attention and Compassion Meditation Training on Amygdala Response to Emotional Stimuli in an Ordinary, Non-meditative State,” Gaelle Desbordes et al., Frontiers of Human Neuroscience 6 (2012:292)

7)    “Meditation, Mindfulness and Cognitive Flexibility,” Adam Moore and Peter Malinowski, Consciousness and Cognition (2009:176);

8)    “The Effects of Mindfulness Meditation Training on Multitasking in a High-Stress Information Environment,” David Levy et al., Graphics Interface Conference, 2012, http://faculty.washington.edu/wobbrock/pubs/gi-12.02.pdf;

9)    Jackson described how he used meditation,” Phil Jackson, Eleven Rings (New York: Penguin Press,2013:17)

10) “Athletes in General,” Mason Fries,” Mindfulness-based Stress Reduction for the Changing Work Environment,” Journal of Academic and Business Ethics 2 (2009).

                                     SEMOGA BERMANFAAT dan SILAKAN SHARE DENGAN SEMUA TEMAN.

TERIMA KASIH.

Apa sih beda antara penerjemah dan juru bahasa?

Penerjemah (translator) mengalihkan teks sumber (artinya secara tertulis) menjadi teks sasaran, atau menerjemahkan sebuah kata, ungkapan, penggal kalimat, kalimat lengkap, buku, surat, atau dokumen dari sebuah bahasa (sumber) menjadi bahasa lain (sasaran).

Penerjemah dibagi menjadi dua kelompok: hukum dan umum. Penerjemah hukum disebut sebagai penerjemah tersumpah (sworn translator) dan penerjemah umum disebut sebagai penerjemah umum. Sekarang, calon penerjemah tersumpah wajib lulus Ujian Kualifikasi Penerjemah (UKP) oleh lembaga sertifikasi profesi (LSP), yang salah satu di antaranya adalah LSP Universitas Indonesia (https://ui.lspbnsp.id) dan yang kali pertama di Indonesia mengadakan UKP oleh sebuah LSP, untuk mendapatkan Sertifikat Kompetensi sebagai penerjemah dan juru bahasa tersumpah (sworn translator and interpreter). Syarat akademis: minimum memegang Diploma III (D-III). Syarat lain: silakan kunjungi website LSP UI tersebut.

Sertifikat itu diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan ditandatangani oleh ketua LSP yang bersangkutan. Setelah itu, para lulusan diangkat oleh Menteri Hukum dan HAM (MenhumHAM) melalui sebuah surat keputusan dan, berdasarkan surat tersebut, disumpah oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) sebagai penerjemah tersumpah.

Penerjemah umum tidak wajib ikut UKP, tetapi lebih baik mengikutinya untuk menambah pengalaman dll. Catatan: UKP-UKP sebelumnya dibagi menjadi dua bidang: hukum dan umum. Lulusan UKP umum mendapatkan sertifikat penerjemah umum, dengan peringkat A, B, atau C. Untuk info lebih banyak, silakan baca: https://lijusu.com/2022/11/16/profesi-apa-yang-bisa-dikerjakan-dari-rumah-ya/

Penerjemah umum biasanya menerjemahkan buku ilmiah dan umum, majalah, novel dll, yang tidak memerlukan stempel penerjemah tersumpah.

Juru bahasa (interpreter) mengalihkan secara lisan ucapan (sumber), yang bisa sebuah kata, ungkapan, penggal kalimat, kalimat lengkap, menjadi ucapan sasaran atau bahasa sandi (sign language). Seorang interpreter bisa melakukan pengalihan tersebut secara berturutan (consecutive) atau bersamaan (simultaneous) sesuai permintaan kliennya. Interpreter juga bisa memilih menjadi spesialis penjurubahasaan bersamaan (simultaneous interpreter).

Consecutive interpreter biasanya terlihat langsung atau berada diantara peserta pertemuan antara dua pihak atau lebih yang berbicara dalam bahasa-bahasa yang berbeda, secara tatap muka tentang bisnis, politik, teknologi dll. Simultaneous interpreter biasanya bekerja untuk konferensi, konvensi, rapat besar dll dan tidak terlihat atau berada di belakang layar.Catatan: Presiden Joko Widodo bebricara dalam bahasa IndonesiaP

Catatan: Presiden Joko Widodo bicara dalam bahasa Indonesia kepada Presiden Joe Biden, lalu dialihkan ke bahasa Inggris oleh interpreter beliau dan sebaliknya.

Interpreter Indonesia, di sebelah kiri Presiden Xi Jin Ping dan diapit oleh isteri beliau, Peng Li Yuan, di pertemuan G20 Bali, 15-16 November 2020:

Interpreter juga dibagi menjadi dua: tersumpah dan umum. Sworn interpreter merangkap sebagai sworn consecutive interpreter maupun simultaneous interpreter, sesuai dengan Sertifikat Kompetensinya masing-masing.

Banyak sekali buku teori, artikel ilmiah maupun umum tentang alih bahasa atau penerjemahan (translation) dan penjurubahasaan (interpreting).

Contoh Buku Praktik Penerjemahan:

Interpreter maupun translator, yang calon maupun yang praktisi, sebaiknya menjadi anggota Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) untuk belajar lebih dalam dari para senior dan pakar melalui seminar, webinar dan workshop, artikel dll, plus berjejaring secara nasional dan untuk mendapatkan relasi maupun pekerjaan. HPI (https://hpi.or.id) adalah anggota Himpunan Penerjemah Internasional (FIT): https//fit-ift.org

Semoga bermanfaat.

Sumber: https://lijusu.com/apa-sih-beda-antara-penerjemah-dan-juru-bahasa/

Saya gagal kuasai bahasa Inggris

0

By Jon Eka Putra, 19 November 2022

Saya anak pertama dari seorang Guru SD di daerah Curup, Bengkulu, Sumatera. Keinginan belajar bahasa Inggris tumbuh dari kesukaan saya mendengar siaran berita Radio BBC. Dalam benak saya saat itu adalah alangkah bahagianya kalau saya bisa seperti mereka.

Keingginan itulah yang mendorong saya mendapatkan buku-buku  bahasa Inggris secara gratis (maklum kondisi ekonomi keluargaku sangat kurang). Di tahun 1980-an, saat itu yang hanya bisa saya lakukan adalah menulis surat ke  Kedutaan Besar Inggris dan Australia  untuk minta buku-buku bahasa Inggris secara gratis. Buku pertama yang saya terima adalah panduan kursus   bahasa Inggris  lewat siaran Radio Autralia. Bukunya merah bergambar kanguru. Gembira sekali saya menerimanya.

Buku itu mendorong saya untuk kursus,  tapi hanya bertahan 2 bulan, atau 16 kali pertemuan. Tempat kursusnya di ruang belajar siswa PGA, dari jam 20.00  sd jam 22.00 WIB.  Kelompok  kami maksimal 10 orang siswa dalam satu kelas. Pengajarnya guru PGA. Saya masih ingat kata-katanya “Untuk sukses, bahasa Inggris harus selalu dipraktikkan dan kamu harus berani mulai berbicara”. Kelemahan saya pada saat itu justru adalah kurang berani berbicara dan merasa minder dengan sesama siswa yang lebih cerdas plus berani berbicara di ruang kursus. Selain itu, selesai kursus, saya harus pulang dengan berjalan kaki seorang diri, kurang lebih 5 km, di malam hari. Saya juga kesulitan membayar uang kursus dan saya putuskan mundur diri.

Ternyata kesulitan belajar bahasa Inggris yang saya alami saat itu, selain yang sudah saya ceritakan di atas, sebagiannya karena metode  pengajarannya masih  seperti pelajaran di sekolah pada saat itu: Lebih mengutamakan grammar.

Rasa takut salah berbicara itulah penyebab saya gagal kuasai bahasa Inggris secara aktif dan sekarang hanya mampu sekedarnya.

Semoga bermanfaat.

0

Peran Penting Penerjemah dan Juru Bahasa Profesional

0

Bagi individu, masyarakat, bangsa dan dunia, penerjemah dan juru hahasa profesional adalah:
pencerah, pemersatu, pengesah, andalan, pembantu penyelesaian masalah jika ada, pendamai jika ada pertentangan, pemberi ilham dll.
Catatan: Penyunting juga berperan yang serupa dan bahkan harus lebih berkualitas daripada penerjemah


Penerjemah profesional, antara lain, tidak boleh:
Membuang satu kata dan arti pun yang ada di naskah aslinya (bahasa sumbernya);
Menerjemahkan kata, ungkapan dan kalimat dengan cara spekulasi;1
Menerjemahkan kata, ungkapan atau perkataan yang tidak benar-benar ia pahami konteksnya atau maksudnya;2
Mengarang-ngarang arti sebuah kata atau ungkapan yang sulit;
Menambahkan atau mengurangi arti sebuah kata, ungkapan atau kalimat pada bahasa sasarannya (terjemahannya);
Menyatakan dirinya sebagai penerjemah sebuah naskah atau buku hasil terjemahannya jika naskah atau buku tersebut tidak sesuai dengan ide atau maksud penulis naskah aslinya.
Untuk lebih jelas, silakan baca artikel tentang Prasyarat dan ciri-ciri penerjemah profesional

2. Contoh: Pencerah

2.1 Kami pernah menerjemahkan sebuah perjanjian bisnis, dari bahasa Indonesia ke Inggeris yang berisi kata “jaminan” oleh kedua pihak. Pihak A adalah PMA dari Australia yang dirutnya adalah orang Australia dan direkturnya adalah WNI yang pernah tinggal di Australia sekitar 12 tahun. Kami menerjemahkannya menjadi “warranty.” Pihak A menggantinya dengan kata “guarantee.” Kami minta mereka datang ke kantor kami untuk diskusi dan mereka menerima kata “warranty.”

2.2 Dalam perjanjian bisnis dll,  sering ada perkataan “membuat laporan setiap enam bulan.” Terjemahan kami: “make semester reports,”  bukan “make reports every six months”? “make semester reports” adalah terjemahan menurut advanced business English.

2.3 Klien berasa tercerahkan oleh terjemahan kami

Sekitar 25 tahun tahun, seorang klien kami berkata bahwa dia mengerti bahasa Inggris sd tingkat tertentu karena dia adalah manajer ekspor di perusahaannya. Tetapi, dia dan bosnya berasa bahwa dokumen yang terjemahannya baru saja kami serahkan kepadanya berisi hal-hal penting yang membingungkan mereka. Lalu, dia membaca terjemahan kami dan langsung berkata kepada penulis “Penerjemah profesional seperti Bapak berjasa besar kepada orang-orang seperti kami. Kami berasa tercerahkan oleh terjemahan bapak. terima kasih banyak ya.” Itulah salah satu dorongan besar untuk para mitra di kantor kami untuk selalu belajar dan menerapkan life-long learning agar selalu andal bagi para klien.

2.4 Dalam sebuah bukti transfer uang dari dua orang LN lewat bank LN kepada  sebuah perseroan terbatas (PT) Indonesia: XXX, tercantum perkataan: Payment description:  “XXX Equity Transfer”, yang kami terjemahkan menjadi “Keterangan tentang Bayaran: Pengalihan Saham XXX.” Pihak LN dan penasihat hukum mereka minta agar diterjemahkan menjadi “Pengiriman Modal XXX,” karena, menurut mereka, “transfer” berarti “pengiriman” dan “equity” berarti “modal.”
Penjelasan:

Payment description= Keterangan tentang bayaran

XXX Equity Transfer= Pengalihan Saham XXX

Tentang kata “equity:”

  1. Halaman 226 Kamus Barron’s Financial Guides (2010): arti ke-4 istilah “equity,” yaitu investments: ownership interest possessed by shareholders in a corporation— stock as opposed to bonds;

2. Halaman 127 Dictionary of Insurance and Finance Copyright (c) The Chartered Institute of Bankers (1999): arti ke-1: it refers to the ordinary share capital (risk capital) of a company. See equities.

3. Halaman 165 Merriam Webster’s Dictionary of Law (1996): arti 4(c): a risk interest or ownership right in property, specifically: the ownership interest of shareholders in a company; dan 4(d): the common stock of a corporation – compare ASSET, DEBT;

 4. Halaman 560 Black’s Law Dictionary (1999), arti ke-8: an ownership interest in property, esp. in a business; atau arti ke-9: a share in a publicly listed company;

 5. Di bidang pasar modal, kata “equity” berarti “saham.” Contoh, “equity investment” berarti “investasi saham;” “equity securities” berarti “sekuritas kepemilikan,” atau “saham;”

 6. Dalam ilmu akuntansi, keuangan dan investasi, “modal” (capital) berarti “modal sendiri (equity) ditambah dengan utang (debt);”

 7. “Equity transfer” bisa merupakan kependekan dari “equity interest transfer” yang berarti “pengalihan kepentingan atas saham.” Lihat: https://www.sec.gov/Archives/edgar/data/1048098/000119312512189459/d276748dex42.htm

Tentang kata “transfer”

  1. Halaman 778 Barron’s Financial Guides (2010):  exchange of ownership of property from one part to another;

2. Halaman 322 Dictionary of Insurance and Finance, Copyright (c) The Chartered Institute of Bankers (1999): legal movement of something (e.g., property, shares etc) from one owner to another;

 3. Halaman 500 Merriam-Webster’s Dictionary of Law: 1: conveyance of a right, title, or interest in real or personal property from one person or entity to another.

4. Di Google, silakan ketik “equity transfer agreement.” Contoh: www.lawinsider.comwww.uk.practicallaw.com.

3 Pengesah terjemahan istilah dan penyebutan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris

3.1 Penulis beberapa kali menjadi pengesah terjemahan istilah dan penyebutan yang sulit: di pengadilan ketika para pihak yang bersengketa berdebat tentang terjemahan istilah-istilah tertentu di perjanjian yang telah dibuat oleh dan antara mereka. Selama perjanjian itu berjalan lancar, mereka tidak punya masalah. Begitu salah satu di antara mereka lalai, timbullah masalah tentang arti sejumlah istilah penting yang justru menjadi soal pokok sengketa bisnis mereka. Kedua pihak setuju menunjuk saya sebagai pengesah terjemahan yang benar dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dan sebaliknya karena perjanjian mereka dwibahasa.

3.2 Tiga buah organisasi, yang bergerak di lapangan usaha yang sama, bekerja sama membentuk induk organisasi. Ketiganya berada di bawah satu regulator yang sama dan masing-masing punya mitra di luar negeri. Mereka perlu jasa penerjemah tersumpah dengan keahlian tertentu untuk membahas terjemahan puluhan istilah teknis mereka dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris untuk diperkenalkan ke luar negeri. Mereka menunjuk kami setelah mempertimbangkan sejumlah faktor. Setelah beberapa kali meeting dan menerima masukan kami, kami mengesahkan puluhan istilah teknis itu. Istilah-istilah itu langsung disetujui oleh ketiga pihak dan juga regulator mereka serta berlaku di seluruh Indonesia.

Semi-workshop di bawah akan membahas persoalan terjemahan sejumlah istilah hukum.

Untuk info lebih lanjut, silakan kunjungi www.tjansietek.com

Semoga bermanfaat.

Belajar Penerjemahan melalui Koreksi Terjemahan sejumlah Buku

 

Penerjemah Tersumpah Tjan Sie Tek menyediakan sejumlah koreksi tersebut di https://www.tjansietek.com/blog/

Semoga bermanfaat.

Anak yang beruntung

0

Saya punya 5 orang saudara dan 2 orang saudari. Kakek dari ayah dan kedua orang nenek dari kedua orangtua saya plus orangtua saya selalu mengajarkan kejujuran, kerja keras dan setia kepada kawan. Pada usia senja mereka, kakek dan nenek saya dari pihak ibu dan ayah  tinggal di satu rumah. Saya tinggal dengan orangtua saya di rumah yang terpisah sekitar 500 m.
Mereka menekankan bahwa walau dalam kesulitan apa pun, kami sebaiknya tetap jujur, kerja keras dan setia kepada kawan.
1. Dalam bisnis:
Kepada para agen produk usaha kami yang pailit atau terkena kesulitan keuangan yang berat, kakek dari ayah selalu memberikan perpanjangan pembayaran utang-utang mereka dan bahkan memberikan utang-utang baru yang bernilai besar agar mereka tetap berbisnis.
2. Dalam persahabatan
Pintu keluarga kami selalu terbuka lebar, bahkan selama sekitar 1970-1975, rumah kakek pernah menampung puluhan orang miskin, preman dll dengan memberikan mereka tempat (walaupun sekedarnya), makanan, minuman, tempat mandi dll selama berbulan-bulan sampai mereka punya pekerjaan atau usaha sendiri dan mandiri.
3. Balas budi dari kawan kami
3.1 Belasan tahun kemudian, beberapa di antaranya datang untuk membayar utang mereka kepada
keluarga kami. Beberapa di antara menjadi pelindung keluarga ketika ada pengganggu yang ganas.
3.2 Jika kami mengadakan cara besar, misalnya pernikahan, ratusan orang datang ke rumah kami untuk turut merayakannya. Mereka ternyata tidak memandang kami secara ekonomi.
4. Menjalani Sigalovada Sutta
Setiap tamu yang datang selalu ditawari makanan dan minum terlebih dahulu sebelum mulai mengobrol, persis ajaran Buddha di Sigalovada Sutta. Kedua orang nenek saya bahkan menegur kami jika teman kami berkunjung dan kami lupa menawari mereka minuman dan makanan!!!
5. Dampak baiknya pada diri saya dan hampir semua saudara maupun saudari saya
Saya sudah punya 4 orang anak dan 4 orang cucu. Sampai saat ini saya tidak pernah berpikir untuk membohongi orang lain, apalagi menipu. Saya meneruskan ajaran-ajaran keluarga kami kepada semua anak kami plus cucu.

Semoga bermanfaat.